logo blog
Selamat datang di www.newspagi.com
Terima kasih atas kunjungan Anda di website Berita Indonesia Terkini,
Temukan berita-berita terkini terupdate dan teraktual semua ada disini,
mulai berita gaya hidup, selebritis, politik, olahraga, kesehatan, dalam dan luar negeri.

Profesi pengemis memerlukan disiplin ilmu yang tinggi

Kita tahu bahwa pengemis bisa di katakan sebagai profesi atau lapangan pekerjaan.di indonesia begitu banyak yang melakukan ini di karenakan bisa menghasilkan keuntungan yang sagat luar biasa. Mengemis juga belakangan ini banyak menimbulkan kontroversi, dimana sulit membedakan mana yang memang membutuhkan dengan yang hanya kamoflase belaka.karena ada joke joke yang mengatakan abhwa pengemis itu juga salah satu pekerjaan yang bisa menjanjikan. Berangkat dari kampung dengan pakaian bagus kemudian di tkp mereka mengganti dengan seragam kerja.
ilmu yang di gunakan mengemis

Semalam saya baru menyadari bahwa ternyata mengemis tidak semudah yang ada di benak kita. Kita membayangkan bahwa mereka hanya berkeliling memeinta sedekah dan uang, atau juga hanya duduk diam di suatu tempat sambil menunggu kalengnya penuh. Tidak seperti itu, perlu yang dinamakan disiplin ilmu belajar dan pengalaman. Ada hal hal yang harus di perhatikan ketika menjadi seorang pengemis misal saja dari raut muka,dari baju, dsb.maka dari itu ilmu yang biasanya di gunakan dalam melakukan aksinya adalah sebagai berikut:

1.       Ilmu tata busana – untuk menjadi pengemis yang prefesional pakaian yang di kenakan juga tidak boleh sembarangan.ada design khusus yang di gunakan agar menyakinkan masyarakat bahwa dia mengemis.dan lagi model juga tidak kalah ketinggalan, misal saja ada bagian bagian tertentu yang harus di robek, kusut dsb.agar benar benar menyerupai pengemis yang asli.saya tidak bermaksud untuk menghina namun itulah yang terjadi sekarang ini. Orang akan lebih kasian dan empati pada pengemis dengan dandanan kumal dan dekil.

2.       Ilmu tata rias -  pengemis biasanya mempunyai penampilan yang kumuh. Itu salah atu trim supaya dia berhasil menarik simpati dari orang yang akan meajdi target. Dalam hal ini berkaitan dengan make up. Make up yang bagus akan semakin menyakinkan dan mensupport profesinya. Dengan kata lain make up tidak hanya di peruntukkan bagi yang ingin ke mall, ke acara hajatan,show tapi mengemis juga di tuntut mampu mengimbangi. Misal saja ada seorang pengemis dengan wajah ganteng atau cantik di hadapan kita dan meminta minta. Apakah yang akan kita lakukan? Tentu brpikir kenapa orang ini bertingkah seperti ini, apakah diasedangsyuting film atau belajar akting.

3.       Ilmu coreografi – ilmu penjiwaan begitulah kiranya para senior menyebutnya. Karakter seorang pengemis adalah iba, terharu, dahaga, lapar dan memelas. Jika mereka belum mahir dalam ilmu ini bisadi pastikan penghasilan perhari mereka jauh dari yang sudah paham dengan materi yang satu ini. Penjiwaan, bersikap melas dan menarik simpati harus dilakukan dengan sepenuh hati, penuh penjiwaan dan emsoi yang terkontrol.

Itulah sekedar mengambil sisi dan hikmah baik dari profesi sebagai pengemis. Namun MUI ( majelis ulama indonesia ) rupanya punya antisipasi jikalau mgenemis menjadi sebuah peluang bisnis. Gambarannya adalah jika satu rumah minim memberi Rp. 500,- kemudian dia berkeliling kota hingga mencapai dua ratus rumah berapa penghasilannya? Tinggal di kalikan saja Rp. 500,-X 200= 100.000.dalam sehari.kemudian kalau di kalkulasi lagi dalam sebulan berapa pendapatannya? Bisa mencapai 3 juta, jadi gaji pokok seorang pns tidak jauh berbeda dengan penghasilan pengemis.

 Jika kita berpikir pintar kenapa tidak jadi pengemis saja?

Walaupun memang uang yang didapat itu besar tapi dimata masyarakat pekerjaan seperti itu kurang baik. Menanggapi permasalahan ini maka mereka mensiasati dengan berkeliling kota jadi dalam satu blan sebuah rumah akan mendapat kunjungan 1 kali. Tak membuat para dermawa curiga.

Lalau bagaimana menyikapi para pengemis dan peminta minta?

Jika inginamannya lebih baik memberi jika memang hanya kebetulan bertemu namun kalau di asudah langganan untuk meminta maka sebaiknya jarang selalu di beri. Kenapa? Jika kita tetap selalu memberi berarti kita tidak paltuh kepada nasehat para ulama dan kyai kita. Namun jika tidak memebri maka akan ada rasa yang mengganjal dalam hati kita. Kalau sudha demikian maka sebaiknya melihat dullu keadaan dari pengemis tersebut.
Enter your email address to get update from Cerita Naruto Terbaru.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Note :
Live links akan otomatis terhapus.
*) Gunakan bahasa yang baik dan sopan
*) Isi komentar sesuai artikel
*) Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat di harapkan

Paling Populer

Copyright © 2013. Berita Indonesia Terkini - All Rights Reserved | Template Created by Kompi-Ajaib Proudly powered by Blogger